Wanita-Wanita Pengukir Sejarah (bagian ke-13): Zainab

la adalah Zainab binti Muhammad bin Abdul Muthalib. la adalah anak perempuan tertua Rasulullah saw. Lahir sepuluh tahun sebelum masa kenabian Muhammad. la menikah dengan anak bibinya sendiri yang bernama Abu As bin Rabi’, yang pada waktu itu masih berstatuskan kafir. Pada perang Badar, suaminya tertangkap oleh kaum muslimin, sehingga terjadilah perpisahan antara Zainab dengan suaminya. Namun atas perintah ibunya (Khadijah), Zainab berusaha memberi tebusan kepada tentara Islam untuk membebaskan suaminya. Namun, akhirnya Nabi memisahkan ke dua pasangan itu. Nabi meminta kepada suami Zainab agar rela melepaskan Zainab. Suami Zainab pun akhirnya memenuhi permintaan Nabi itu. Ini terjadi setelah ia bepergian dengan segerombolan orang-orang Quraisy ke Mekah.

Suami Zainab pernah melarikan diri dari tahanan kaum muslimin pada saat masa penaklukan Mekah. Dan di saat ia pergi ke Madinah, Zainab berusaha menjadikannya sebagai orang bayaran. Maka bersabdalah Rasulullah menyikapi tindakan Zainab itu “setiap anak pasti menghormati orang tuanya, suamimu tak berhak atas dirimu selama ia masih dalam keadaan Syirik.”

Zainab dikaruniai dua orang anak, yaitu Ali dan Amman. Ali meninggal pada usia yang masih sangat belia, sedang Amman lah yang bisa tumbuh menjadi dewasa hingga akhirnya menikah dengan Khalifah Islam Ali bin Abi Thalib setelah ditinggal mati oleh Fatimah Az-Zahra’. Zainab meninggal dunia pada tahun 8 H.

— Bersambung

sumber: dakwatuna.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s