M.9. Peran Pemuda dalam Mengemban Risalah Dakwah

M.9. Peran Pemuda dalam Mengemban RisalahMasa muda merupan masa yang paling indah. Pada saat itu kekuatan, gairah, dan dinamika telah mencapai puncaknya, menuju puncak kearifan dan kesempurnaan. Karena itu pemuda selalu menjadi tulang punggung setiap perjuangan, baik dalam tujuan dan misi yang positif maupun yang negatif. Pada kondisi lain, masa muda merupakan nikmat yang akan ditanya dan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah di akhirat.

Rasulullah saw. bersabda: “Tidak akan beranjak dua kaki anak Adam sebelum ia ditanya tentang empat hal: usianya untuk apa digunakan, usia mudanya untuk apa dihabiskan, ilmunya untuk apa diamalkan, serta hartanya dengan cara apa didapatkan dan untuk apa digunakan.”

Adalah kehidupan yang arif apabila orang menggunakan masa mudanya dengan kegiatan yang positif. Dalam konteks dakwah dan kebaikan, diharapkan dapat memberikan kontribusi secara baik dalam mengemban risalah para nabi ini. Peran yang dapat mereka lakukan dalam kaitan ini adalah:

1. Membangkitkan semangat

Pemuda Islam senantiasa mempunyai gairah untuk menjawab berbagai pertanyaan yang muncul di sekitar problematika dan permasalahan yang terjadi disekitarnya. Pemuda Islam adalah kader yang bersih dan belum banyak tercemari fitrahnya. Nilai-nilai, idealisme, dan fitrah yang suci akan memberontak menghadapi realitas yang bertentangan dengannya. Karena itu mereka akan selalu mencari jawab atas permasalahan yang ada. Hal ini akan memperngaruhi mereka dan masyarakatnya untuk kembali kepada fitrah dan kebenaran yang hakiki.

2. Penyambung generasi dan penerus perjuangan

Mereka adalah harapan generasi tua untuk melanjutkan estafet perjuangan yang telah dilakukan dengan susah payah dan pengorbanan yang tidak sedikit. Posisi sebagai penerus dilakukan apabila generasi sebelumnya adalah generasi yang shalih sebagaimana termaktub dalam al-Qur’an. Orang-orang shalih dan diikuti oleh anak keturunan mereka dengan iman. Sebagaimana dinyatakan dalam surah al-Furqaan ayat 74 atau dalam surah ath-Thuur: 21.

3. Sebagai pengganti generasi

Apabila generasi sebelumnya adalah generasi yang kurang atau tidak baik, maka menjadi pengganti generasi. Proses penggantiannya mungkin dilakukan dengan kedamaian, mungkin dengan kekerasan, atau bahkan bisa saja dengan pemusnahan dari Allah kemudian Allah swt. melahirkan generasi baru dari mereka atau dari tempat lain. Sebagaimana dinyatakan dalam surah al-Maidah ayat 54.

4. Memperbarui semangat dan mentalitas umat

Kadang terjadi bahwa suatu bangsa mengalami kemunduran akibat mentalitas rakyatnya yagn mengalami dekadensi sampai pada taraf bobrok. Hal ini sering terjadi ketika mereka telah berputus asa menghadapi problema yang tidak kunjung berakhir meskipun usaha telah dilakukan. Generasi muda akan mengalirkan darah segar dan semangat baru yang dapat membangkitkan semangat yang loyo, membangunkan jiwa yang putus asa, dan mengobarkan api yang padam.

5. Sebagai unsur perbaikan

Keberadaannya di tengah masyarakat akan berfungsi sebagai agen yang aktif menyebarkan dan memfungsikan potensi yang ada di masyarakatnya menuju perubahan dan perbaikan. Dari merekalah masyarakat mendapatkan energi, bersama mereka masyarakat hidup dan bergerak kembali melakukan kebaikan dan amal shalih.

Menyadari peranannya yang berat itu, para pemuda Islam harus membekali diri dengan tarbiyah. Bekal tarbiyah dapat mengasah potensi fitrahnya; mencari hikmah dan ilmu yang dapat mengembangkan keafirannya; dan memupuk jiwa kepemimpinan dan kewiraan yang selalu siap bergerak dengan kapasitas dan posisinya masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s