M.1. Keutamaan Dakwah

M.1. Keutamaan Dakwah

“Dan siapakah yang lebih baik perkataannya dibanding orang yang berdakwah kepada Allah dan melakukan amal shalih serta mengatakan sesungguhnya aku ini termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Terjemah Q.S. Fushilat: 33)

Dakwah merupakan kerja besar dengan sekala besar, target besar, tanggung jawab besar, harapan besar, dan balasannya pun sangat besar. Pelaksanaan proyek raksasa ini hanya Allah percayakan kepada hamba-hamba-Nya yang berkualitas dan memenuhi syarat-syarat.

BEBERAPA RAHASIA

1. Dakwah merupakan nikmat terbesar.

Dakwah hanya Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya yang terpilih, mereka masukkan ke dalam barisan para naib dan rasul, baik sebagai pelaku maupun penerima. Dakwahlah yang akan mencerahkan dan mengentaskan dari kegelapan menuju terang benderang cahaya Islam. Ketika Allah menceburkan seseorang ke dalam dakwah, itulah karunia yang tak ternilai harganya.

2. Dakwah adalah sebaik-baik amal.

Dakwah identik dengan kebaikan, karena dalam dakwah kebaikan menjadi unsur yang melekat-erat. Apa pun yang dilakukan dalam dakwah adalah kebaikan dan selalu merupakan kebaikan, karena dakwah selalu memberikan yang terbaik. Amal kebaikan yang diawali dengan niat yang baik, disampaikan dengan perkataan yang baik, dan diterjemahkan dengan amal yang baik. Para penganjur kebaikan tersebut hanya mengajak kepada ridla Allah dan beramal shalih yang bermanfaat di dunia maupun di akhirat.

3. Dakwah adalah tugas para rasul.

Allah yang Mahapengasih dan Penyayang memerintah utusan-Nya yang terdiri para nabi dan rasul dengan membawa ajaran dan pelita untuk membimbing manusia ke jalan yang lurus. Setelah kenabian itu berakhir, tugas penyampaian risalah dakwah ini diwariskan dan dilanjutkan oleh pengikutnya yang setia. Mereka bertanggung jawab atas keberlangsungan proses dakwah.
Aktivis dakwah adalah orang-orang yang mewarisi dan melanjutkan tugas para rasul itu.

4. Dakwah merupakan kehidupan yang robbani.

Kehidupan yang robbani adalah kehidupan yang berorientasi kepada Allah, dari Allah, bersama Allah, dan kepada Allah. Dari Allah karena proyek besar menebarkan rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh alam ini datang dari Allah sebagai wujud rahmat dan kasih sayang-Nya. Bersama Allah karena pelaku dakwah akan selalu komitmen dan konsisten dengan petunjuk Allah. Sebagai pelaku mereka hanya mengikutki petunjuk yang telah diberikan oleh pemberi tender dan dicontohkan oleh pemimpinnya, Rasulullah saw.. Kepada Allah, karena dakwah ini hanya diabdikan kepada Allah semata dan tidak dimaksudkan untuk tujuan-tujuan lain.

KEHIDUPAN PENUH BERKAH

Dakwah akan menghasilkan kehidupan yang diberkahi. Keberkahan itu dirasakan dalam kehidupan karena orang-orang yang terlibat di dalamnya mendapat:

  • Ridha Allah,
    Allah ridla kepada mereka dan mereka ridla kepada Allah.
  • Cinta Allah,
    Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai Allah
  • Rahmat Allah,
    Allah merahmati mereka lebih dari yang diberikan kepada manusia umumnya, baik di dunia maupun di akhirat.
  • Pelakunya mendapat pahala yang tiada putus-putusnya.
  • Pelakunya akan mendapat pahala yang berlipat ganda.
    Rasulullah saw. mengatakan kepada Ali bin Abi Thalib ra: “Bila Allah memberikan kepada satu orang dengan perantaraanmu, itu lebih baik daripada dunia seisinya.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s