L.1. Urgensi Tarbiyah

L.1. Urgensi TarbiyahTarbiyah adalah usaha sadar yang dimaksudkan untuk mengantar peserta didik ke arah kesempurnaannya. Tarbiyah memiliki urgensi yang sangat besar bagi kehidupan seseorang secara pribadi maupun sosial. Al-Qur’an menyebut umat yang tidak tarbiyah sebagai umat jahiliyah yang lekat dengan kebodohan, kehinaan, kelemahan, dan perpecahan.

KEBODOHAN

Islam melihat bahwa bodoh itu bukan hanya tidak tahu atau tidak punya ilmu. Bodoh yang sebenarnya adalah ketika tidak dapat memahami hakekat-hakekat yang ada di luar materi. Orang-orang kafir dan musyrik disebut jahili karena mereka tidak dapat memahami hak-hak Allah atas manusian padahal Allah telah memberikan segala yang ada di bumi ini untuknya. Mereka tidak dapat memahami bahwa ada kematian setelah kehidupan dan ada kehidupan setelah kematian, tatkala manusia akan mendapat balasan atas segala yang ia kerjakan di dunia ini. Bodoh juga terkadang bermakna tidak arif sehingga seseorang yang melakukan perbuatan yang tidak paa tempatnya pun disebut bodoh. Rasulullah saw. mengatakan bahwa dalam diri Abu Dzar al-Ghifari ra. terdapat sifat jahiliyah. Demikian itu terjadi karena Abu Dzar memanggil Bilal bin Rabah dengan panggilan yang tidak sepantasnya.

KEHINAAN

Karena tidak dapat memahami hakekat-hakekat di luar materi, orang-orang kafir dan musyrikin kemudian mendapat kehinaan yang bertambah-tambah, mereka lebih hina dibanding binatang ternak sekalipun.

KELEMAHAN

Lemah pada kemampuan berfikirnya, lemah mencerna dan mamahami hal-hal ghaib yang ada di luar materi. Kemampuan akal itu sendiri terbatas, apabila manusia memperlakukan akalnya sebagai sesuatu yang memiliki segala kemampuan, itulah sebenarnya kelemahan.

PERPECAHAN

Hal ini disebabkan karena mereka berbeda pedoman, berbeda ideologi, berbeda visi, berbeda orientasi, dan akhirnya berbeda pula amalnya.
Kondisiyang demikian itu oleh Allah disebut sebagai kesesatan yang nyata. Untuk menyelamatkan dan mengentaskan mereka dari kesesatan itulah, Allah mengutus Rasul-Nya yang melakukan perubahan melalui proses tarbiyah secara integral. Hal ini dapat kita pahami dari tugas Rasul sebagaimana tersebut dalam al-Qur’an yaitu:

  • Membaca ayat-ayat-Nya
  • Menyucikan jiwa yaitu membersihkannya dari sifat-sifat buruk, lantas menghiasinya dengan sifat-sifat utama.
  • Mengajarkan pedoman hidup.

Kehadiran Rasulullah saw. di tengah masyrakat jahiliyah untuk mengentaskan mereka dari jahiliyah kepada Islam termasuk nikmat terbesar yang mereka terima. Demikian itu karena dengan nikmat Islam kemudian mereka mendapatkan ilmu pengetahuan, kemuliaan, kekuatan, dan persatuan. Hal ini disadari sepenuhnya oleh generasi pertama Islam sehingga mereka sangat besar komitmennya kepada agama ini. Mereka benar-benar dapat merasakan dan membedakan antara kehidupan mereka sebelum Islam dan sesudah Islam. Betapa tidak, dengan Islam itu seakan mereka terlahir kembali ke dunia sebagai masyarakat baru dengan karakteristik yang khas. Dengan tarbiyah Islamiyah itu, masyarakat yang sebelumnya disebut sebagai jahiliyah itu kemudian menjadi umat terbaik yang pernah dilahirkan untuk seluruh umat manusia. Umar bin al-Khaththab ra mengatakan: “Kita ini adalah suatu kaum yang dibesarkan oleh Allah dengan Islam. Apabila kita mencari kebesaran itu dengan selainnya, niscaya Allah menghinakan kita.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s