L.2. Tujuan Tarbiyah

L.2. Tujuan TarbiyahTarbiyah mempunyai tujuan agar peserta memiliki konsep keislaman yang jelas, sehingga mereka dapat berinteraksi dan bergerak dengannya agar mendapatkan pengalaman-pengalaman serta memiliki tanggung jawab dan kemampuan yang baik dalam dakwah.

1. Konsepsi Islam yang Jelas

Dengan mengikuti program-program tarbiyah, diharapkan peserta mendapatkan konsepsi keislaman yang utuh menyeluruh, gamblang, dan benar bahwa Islam adalah pedoman hidup yang mencakup dan mengatur seluruh aspek kehidupan.

2. Interaksi

Konsepsi keimanan yang diberikan dalam tarbiyah bukan sesuatu yang mati. Ia akan melahirkan reaksi dan efek positif ke dalam maupun ke luar.
– Efek ke dalam yaitu ketika konsepsi keislamannya membentuk keyakinan yang melandasi amalnya, membentuk pola fikir sehingga mewarnai pemikirannya, dan mempengaruhi perasaan yang menentukan seleranya. Efek internal ini akan melahirkan tekad yang kuat pada dirinya.
– Efek eksternal dapat dilihat dalam bentuk penampilan sehingga mempengaruhi sikap, melahirkan perilaku dan amal perbuatan. Tampilan luar ini menampakkan kepribadian dan identitas keislamannya.

3. Gerakan

Setelah kepribadian Islamnya terbentuk dan kokoh, konsepsi keislaman itu akan mendorongnya untuk melakukan ekspansi. Bentuk ekspansinya adalah peningkatan diri dalam penguasaan teori dan pengendalian mental sehingga terjadi peningkatan kemampuan. Di samping itu, ia juga akan melakukan perluasan dengan manufer, membangun kader, dan merapikan pengorganisasiannya sehingga dicapai penguasaan dakwah. Itulah gerakan yang produktif.

4. Pengalaman

Apa yang dilakukannya dalam gerakan dakwah itu memberi pengalaman operasional, sehingga dapat menyelesaikan problematika operasional yang sangat berharga. Hal ini akan memberikan kepadanya kekuatan pengalaman.

5. Tanggung jawab

Pemahaman yang baik akan menentukan tingkat interaksinya dengan dakwah, meningkatkan kinerja, menambah pengalaman, dan meningkatkan rasa tanggung jawab syar’i maupun struktural. Tanggung jawab syar’i yang lahir dari pemahamannya terhadap kukum-hukum syariat itu diberikan kepada Allah.
Adapun tanggung jawab struktural, diperoleh dari pemahamannya terhadap dakwah dan diberikan kepada jamaah. Semua itu harus selalu ada agar dapat menjawab kebutuhan-kebutuhan yang selalu berambah pada tiap-tiap tahapan dakwah.

6. Kafaah (kemampuan)

Pada akhirnya tarbiyah akan mengantar setiap kadernya untuk menjadi pelopor dalam dakwah dan keilmuan. Disamping kepeloporan di bidangnya masing-masing. Akhirnya setiap kader dakwah akan menjadi referensi bagi masyarakatnya.
Sebagaimana struktur dakwah telah memberikan pelayanan dan tarbiyah kepadanya, setelah matang ia akan melayani dakwah dan menggunakan kemampuan yang telah dicapainya itu untuk kepentingan dakwah dan strukturnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s