K.6. Sebab-sebab Perpecahan Umat dan Solusinya

K.6. Sebab-Sebab Perpecahan dan SolusinyaKeislaman, keimanan, ketakwaan, persaudaraan, solidaritas, persatuan, dan kesatuan dalam jamaah adalah nikmat yang harus disyukuri. Caranya adalah dengan menjaga dan tidak merusaknya. Di antara hal yang merusak nikmat ini adalah perpecahan. Sesungguhnya perpecahan tidak terjadi dengan sendirinya. Ada faktor-faktor yang menyebebabkannya, di antaranya adalah:

1. Melanggar janji. Janji yang dimaksud adalah janji untuk berpegang pada tali Allah berupa keimanan yang diikrarkan, bahkan sejak manusia belum terlahirkan ke muka bumi. Janji untuk beriman; berpegang pada kitab suci-Nya; mengikuti dan mendukung Rasul-Nya; serta memperjuangkan dan menegakkan syariat-Nya di muka bumi. Pelanggaran terhadap janji ini akan mengundang kutukan Allah dan mengerasnya hati.

2. La’natullah (kutukan Allah). Rahmat Allah luas dibanding kemurkaan-Nya. kutukan tidak akan terjadi kecuali karena dosa yang melampaui batas kewajaran.

3. Kekerasan Hati. Pelanggaran janji dan laknat Allah menyebabkan hati mengeras. Bila hati sudah mengeras, ia akan lebih keras dibanding batu yang paling keras sekalipun. Rasulullah saw. mengatakan kekerasan hati merupakan satu hal yang menyebabkan kesengsaraan.

4. Mempermainkan manhaj (Pedoman). Di antara bentuk-bentuk permainan terhadap pedoman yang telah dilakukan oleh Bani Israil adalah mengganti hukum-hukum yang mereka pandang tidak menguntungkan dengan hukum yang selaras dengan nafsu. Di samping itu mereka sangat diskriminatif.

5. Melupakan minhaj. Kebiasaan mempermainkan minhaj menyebabkan mereka tidak sungkan-sungkan untuk melupakannya sama sekali.

6. Pengkhianatan. Akhirnya, mereka terang-terangan dalam menghianati amanah ilahiyah. Pengkhianatan ini menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka. Bila ini terjadi, tidak ada lagi kepercayaan terhadap sesama dan pada saat itulah terjadi perpecahan.

Solusi dari permasalahan ini adalah melakukan usaha preventif agar sebab-sebab perpecahan itu tidak terjadi. Yaitu dengan melakukan:

a. Menepati janji. Janji kepada Allah maupun kepada sesama manusia wajib hukumnya untuk ditepati. Bila ini dilakukan Allah akan mencurahkan rahmat dan keberkahan kepada mereka hingga hati pun menjadi lembut.
b. Komitmen dengan minhaj
c. Selalu mengingat minhaj dan tidak melupakannya,
d. Amanah terhadap tugas yang dibebankan.

Setiap individu yang hidup dalam masyarakat yang selalu menepati janji, komitmen terhadap minhaj Allah, setiap pada kesepakatan dan amanah, akan merasakan aman dan percaya kepada sesamanya. Suasana itulah yang menyebabkan mereka saling menyayangi. Hubungan terasa tiada beban dan rasa sungkan seakan-akan tiada jarak yang menghalangi. Pada saat itulah terjadi persatuan dan kesatuan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s