K.3. Berpegang Teguh Pada Tali Allah

K.3. Berpegang Teguh pada Tali AllahUntuk mencapai persatuan dan kesatuan, kaum muslimin harus berpegang pada tali Allah yang satu. Tali Allah dalam ayat ini berarti agama Allah atau Al-Qur’an. Hanya itu saja mereka dapat bersatu dan disatukan. Apabila pegangan mereka lebih dari satu, upaya menyatukan umat menjadi suatu hal yang amat sulit. Sebenarnya potensi umat untuk melahirkan kesatuan itu sangat besar karena secara ideologis mereka telah bersatu. Mengakui satu Tuhan dan hanya memperbolehkan satu figur teladan dalam mentaati Allah.

LAA ILAAHA ILLALLAAH

Aqidah Islam mengajarkan tauhidullah dan melarang kemusyrikan. Keyakinan bahwa Tuhan itu Esa adalah sesuatu yang melekat pada diri kaum muslimin. Pengesaan Allah ini akan mempengaruhi lahirnya:

– Kesatuan niat
Kesatuan niat dalam beramal adalah amalan hanya karena Allah dan mengharap ridla-Nya. kebersihan niat ini menjadi sangat penting karena di samping menjadi tolok ukur diterimanya suatu amal, ia juga obat atas penyakit-penykit jiwa semacam riya’, ujub, dan takabur. Hati yang bersih akan lembut dan lebih mudah disatukan. Sebaliknya, bila hati kotor ia akan keras dan susah disatkan.

– Kesatuan aqidah
Kesatuan aqidah pondasi atas seluruh aktivitas muslim, bahkan mendasari seluruh bangunan Islam. Untuk menjaga kemurnian aqidah, Islam mengharamkan penyembahan kepada selain Allah. Secara prefentif, Islam juga mengharamkan kultus individu, termasuk hal yang paling dikhawatirkan Rasul yakni syirik kecil.

– Kesatuan visi
Kendala besar yang dihadapi kaum muslimin [secara umum] dan para aktivis pada khususnya adalah visi yang berbeda-beda. Padahal aktifitas lahiriyah berawal dari visi yang seragam. Penyatuan visi akan menjadi mudah dilakukan apabila mereka bersatu dalam niat, satu dalam ikatan aqidah.

– Kesatuan kata
Dalam kehidupan berjamaah, pemimpin mewakili jama’ah dalam mengungkapkan pernyataan. Tidak setiap orang bebas bicara karena tidak setiap orang memiliki wewenang untuk berbicara. Kesatuan kita ini dicapai setelah ada kesatuan niat, aqidah, dan visi.

– Kesatuan umat
Umat yang ideal adalah umat yang ada pemimpinnya dan ada pula yang dipimpin, berikut segala persoalan yang ada di dalamnya. Umat dikatakan sehat apabila hubungan antara individu yang ada di dalamnya merupakan hubungan yang sehat. Rakyat percaya dan taat kepada pemimpin, para pemimpinnya amanah dan adil dalam melayani mereka.

– Kesatuan gerak
Seperti halnya dalam shalat, mereka bergerak sesuai komando imam, tidak mendahului, tidak terlambat atau menyimpang.

– Kesatuan ibadah
Kesatuan ibadah terefleksikan dengan hanya melakukan apa yang diperintahkan Allah dan tidak melakukan suatu amalan.

MUHAMMAD RASULULLAH

Bagian kedua dari kalimat tauhid mengharuskan kaum muslimin bersatu dalam risalah yaitu risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Mereka menjadikan Rasulullah saw. sebagai teladan tatkala mengimplementasikan konsep dan ajaran Islam dalam kehidupan, baik aqidah, ibadah, syariah, maupun akhlaq. Umat dengan segala potensi kesatuan dalam seluruh aspek kehidupannya ini akan menjadi umat yang paling kuat, paling besar, paling unggul dan paling tinggi selama mereka berpegang pada kalimat yang satu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s