K.2. Membentuk Kepribadian Islam

K.2. Membentuk Kepribadian IslamIMAN

Keimanan yang kita inginkan dalam harakah dan jamaah ini adalah:

  • Iman yang dinamis bukan iman yang stagnan dan mati. Ia adalah iman yang hidup, segar dan memberikan buahnya setiap musim dengan izin Rabbnya.
  • Keyakinan yang tertanam kuat. Iman yang tertanam kuat dan mengakar sebagai keyakinan di dalam hati, tidak mudah tumbang oleh terpaan badai syubhat dan godaan nafsu.
  • Penyerahan diri. Adalah wujud keimanan kepada Allah dan bebas dari pembangkangan.
  • Mendengar dan taat, bukan keimanan yang pekak dan maksiat. Demikian itu karena tidak mau mendengar dan enggan mentaati perintah adalah sifat orang-orang kafir dan munafik. Mendengar dan taat juga wajib diberikan kepada ulil amri dari jmaatul muslimin.
  • Mengikuti pedoman. “Tidak beriman seseorang di antara kalian sebelum hawa nafsunya [seleranya] mengikuti [ajaran] yang aku bawa.” (al-Haditst)
  • Tidak keberatan atas keputusan Allah dan Rasul-Nya. termasuk keputusan Allah adalah tentang qadla dan qadar; syariat-syariat-Nya; serta halal dan haram. Keputusan Rasulullah saw. di masa hidupnya merupakan bagian yang wajib diterima dengan lapang dada. Termasuk dalam hal ini adalah mendengar dan mentaati keputusan syura dan ulil amri.
  • Tidak ada pilihan lain atas ketetapan Allah dan Rasul-Nya.

Keputusan syura dalam jamaah Islamiyah adalah mengikat setiap individu di dalamnya. Demikian itu karena syura adalah implementasi dari syariat.

KETAKWAAN

Umat Islam adalah umat yang memberikan kondisi terbaik bagi tumbuh kembangnya iman seluruh individu yang hidup di dalamnya. Syariat dengan segala perangkat-perangkatnya, baik yang bersifat tarbawi, qanuni maupun qadhai akan sangat efektif memelihara dan meningkatkan keimanan itu ke derajat di atasnya, derajat taqwa.

Sehingga takwa akan menjadi:

  • Prinsip hidup setiap individu dan masyarakat
  • Neraca dalam menentukan baik-buruk, halal haram, terpuji-tercela serta haq-batil.
  • Bekal yang selalu dibawa kapan dan dimanapun berada
  • Pakaian

Seperti halnya pakaian, ketaqwaan melindungi diri dari pengaruh polutan eksternal dan menutupi aib-aib diri hingga ia dikatakan oleh Rasulullah saw. sebagai hiasan seluruh urusan.

ISLAMISASI KEHIDUPAN

Tidak akan sempurna keislaman seseorang dan tidak akan merasakan lezatnya iman apabila ia tidak masuk Islam secara menyeluruh. Masuk Islam secara total berarti mengislamkan seluruh diri dan sisi-sisi kehidupannya. Ia juga berarti menerima Islam sebagai sistem secara keseluruhan. Dengan begitu akan lahir individu dan masyarakat dengan kepribadian Islam yang utuh dan sempurna.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s