J.5. Hizbullah

J.5. HizbullahAda dua golongan yang senantiasa berebut simpati, hizbullah dan hizbusy syaithan. Allah telah menjamin kemenangan di dunia dan keberuntungan di akhirat bagi hizbullah. Siapakah mereka? Hizbullah bukan klaim, bukan bula nama, dan bukan bendera. Ia adalah golongan yang Allah ridla kepadanya. Di antara karakter mereka adalah:

1. Akhlak dasar

– Cinta Allah
Hubungan mereka dengan Allah adalah hubungan cinta, Allah mencintai mereka dan mereka mencintai Allah. Kecintaan mereka terfleksikan dalam ibadahnya kepada Allah, sehingga mereka adalah orang yang senantiasa semangat, tekun dan memelihara ibadah.

– Lemah lembut kepada orang yang beriman
Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Bukan golongan kami, orang yang tidak menghormati orang tua dan tidak menyayangi yang muda.
Beliau juga melarang mukmin menghunus pedang di hadapan sesama muslim, meskipun hanya bermain-main.

– Kecintaan kepada Allah dan kasih sayang kepada sesama mukmin tidak akan sempurna jika ia tidak bersikap tegas-keras kepada orang kafir. Demikian itu karena kebenaran tidak akan pernah bertemu dan sejalan dengan kemungkaran.

– Mereka adalah orang yang berjihad dan tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela.

– Orang-orang yang loyalitasnya hanya diberikan kepada Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman.

2. Akhlak Haraki [Pergerakan]

Akhlak harus dimiliki setiap mukmin, sedang akhlak haraki adalah akhlak yang harus dipenuhi oleh para aktivis dakwah, terutama saat mereka berada di medan perjuangan.

Akhlak itu adalah:

– Teguh-tegar dan tidak ragu-ragu

– Banyak mengingat Allah dan tidak lalai

– Taat kepada Allah dan Rasul-Nya, termasuk dalam hal ini adalah taat kepada pemimpin dan tidak bermaksiat, sebab maksiat adalah lawan ketaatan.

– Tidak saling berbantahan
Demikian itu karena mereka adalah satu, perbedaan pendapat dimusyawarahkan dengan dasar cinta, saling menghargai, dan saling menghormati.

– Sabar dalam menghadapi ujian, termasuk dalam mentaati komando dan strategi yang telah disepakati, tidak berkeluh kesah.

– Tidak sombong dan congkak. Mereka adalah orang-orang yang tawadlu’ [rendah hati] namun bukan karena minder.

– Tidak takabur
Mereka berjuang bukan untuk dipuji, disanjung atau maksud-maksud duniawi lainnya. Mereka adalah orang-orang yang ikhlas, hanya mengharap ridla Allah swt.

– Tidak menghalangi orang lain dari jalan Allah
Mereka adalah orang-orang yang memberikan advokasi, pembekalan, solidaritas dan pertolongan kepada sesama mukmin.

Semua itu belum disebut akhlak jika belum menjadi karakter yang menyatu dengan diri, sebab akhlak merupakan sikap reflek dan tidak terpikir lebih dulu. Bila masih berpikir lebih dulu, belum disebut akhlak. Setiap mukmin wajib melatih dan membiasakan diri dengan akhlak tersebut. Pertolongan telah dekat, tentara Allah pasti menang!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s