H.2. Ciri-ciri Golongan Setan

H.2. Ciri-Ciri Golongan SetanGolongan setan adalah orang-orang yang pemikiran, mental, konsepsi, amaliyah [perbuatan], dan sistemnya telah dikuasai oleh setan hingga ia membuat lupa dzikir [mengingat] Allah.

Dalam menguasai manusia dan jin, setan menempuh berbagai langkah yang dilakukan secara bertahab, yaitu:

1. Waswasah. Yaitu menimbulkan was-was pada manusia dan jin sehingga mereka ragu-ragu untuk bersikap dan bertindak. Rasa was-was yang berlebihan lama kelamaan akan menyebabkan orang jenuh dan letih dalam melakukan kebaikan. Akhirnya daripada tersiksa dalam kejenuhan dan letih maka ia tinggalkan kebaikan itu.

2. Insaa. Yaitu melenakan atau membuat mereka lupa. Hal ini dilakukan dengan berbagai hal yang menyenangkan dan mengasyikkan hingga mereka terlena. Karena itu hal-hal yang menyesatkan dan menjerumuskan biasanya menyenangkan dan melenakan. Setan selalu berusaha memanfaatkan nafsu yang ada pada manusia dan jin dalam program-program penyesatan ini.

3. Tamanni yaitu memberi angan-angan. Semakin panjang angan-angan orang, semakin besar kesengsaaran yang ia rasakan. Hal ini dilakukan agar manusia dan jin tidak sempat berfikir atau memberi perhatian untuk beribadah dan menyukuri nikmat Allah yang ada di hadapannya.

4. Tazyiin. Yaitu menghiasi kemaksiatan, kebatilan, dosa, dan kejahatan hingga terkesan sebagai ketaatan, keindahan, kebenaran, dan menarik. Rasulullah saw. mengatakan bahwa di akhir zaman akan semakin banyak orang yang menyeru ke pintu neraka, mereka berkata dengan bahasa kita [bahkan menggunakan dalil-dalil al-Qur’an dan hadits], berpakaian dengan pakaian kita layaknya para ulama.

5. Wa’d yaitu janji-janji palsu yang tak pernah ditepati. Janji itu kadang berupa bantuan, pertolongan, bahkan kebahagiaan hidup namun pada hakekatnya hanya isapan jempol dan pengingkaran.

6. Kaid atau tipu daya. Siang malam setan selalu melancarkan makar dan tipu daya untuk mencelakakan manusia. Bahkan hal ini mereka lakukan dalam gedung-gedung megah bertingkat dengan berbagai acara yang melibatkan para pakar, ahli, dan ilmuwan.

7. Shadd yaitu menghalangi mereka dari jalan Allah, baik dengan terang-terangan maupun tersembunyi.

8. ‘Adaawah yaitu permusuhan. Semakin tinggi ketaatan hamba kepada Allah, semakin besar permusuhan setan kepadanya.

Langkah-langkah itu ditempuh dalam rangka untuk menyesatkan dan menimbulkan rasa takut kepadanya. Akibat dari penyesatan itu, kebenaran menjadi samar, kebenaran dan kebatilan bercampur aduk hingga susah dibedakan. Maka korban-korban penyesatan pun berjatuhan.

Intimidasi dan rasa takut yang ditanamkan setan kepada manusia menimbulkan sifat pengecut, hingga mereka tidak berani mengemukakan dan menampakkan kebenaran. Intimidasi setan memakan banyak korban hingga banyak orang jadi pengecut dan penakut, menyembunyikan kebenaran, atau tidak berani mengemukakannya.

Korban dari penyesatan dan intimidasi itu adalah lahirnya kepribadian yang tidak lurus, tidak mendapat bimbingan, dan tidak mendapat petunjuk. Kepribadian semacam ini ditandai dengan sifat-sifat khianat, kolot [konservatif] dan pengecut.

One thought on “H.2. Ciri-ciri Golongan Setan”

  1. Jazakumullahu khaira atas e-mail madahnya. Tapi afwan rasmul bayannya bila di ipad ana jadi blur, tidak tajam fokus gambarnya. Beda dg bila copy paste dari website-nya. Hatur nuhun.

    Dikirim dari iPad saya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s