H.1. Golongan Setan

H.1. Golongan SetanSetan dalam kamus bahasa Arab berasal dari kata syathana yang berarti jauh. Imam al-Qurthubi mengatakan, “Disebut setan karena ia jauh dari kebenaran lagi membangkang. Setiap yang membangkang, baik berupa jin, manusia, maupun hewan disebut setan.” (Lisanun ‘Arab dari Tafsir Qurtubi jilid 1 hal 90)

Setan tidak hanya dari kalangan jin, ada juga manusia yang disebut setan. Allah berfirman: “…setan-setan manusia dan jin.”
Diriwayatkan bahwa suatu ketika Umar bin Khaththab ra. menunggang keledai. Tiba-tiba keledai itu membelot dan meronta-ronta, Umar pun mengatakan, “Turunkan aku. Kalian menunggangkan aku pada setan.” (Mafatihul Ghaib, Fakhrur-Razi jilid 1 hal 50)

Allah swt. dengan kekuasaan-Nya telah menciptakan manusia, malaikat dan jin. Malaikat yang diciptakan dari cahaya hanya memiliki sifat positif maka tidak pernah membangkang. Seluruh malaikat patuh dan taat kepada Allah dan tidak kenal lelah dalam ibadah kepada-Nya.

Adapun jin dan manusia, kedua makhluk ini memiliki potensi baik dan buruk sehingga ada yang taat dan ada pula yang maksiat. Manusia dan jin yang taat disebut muslim. Seperti halnya malaikat, jin dan manusia yang taat berada pada satu golongan yaitu golongan mukmin.

Adapun jin dan manusia, ada di antaranya yang membangkang perintah Allah. Merekalah yang disebut kafir. Di antara jin yang membangkang itu bernama iblis. Iblis inilah yang kemudian disebut sebagai pembangkang pertama, nenek moyangnya setang-setan. Para ulama berbeda pendapat tentang iblis ini. Di antara mereka ada yang berpendapat bahwa iblis dari bahasa ‘ajam, namun ada pula di antara mereka yang mengatakan bahwa iblis diambil dari kata ablasa-yablisu-iblaasan yang berarti iiyaasan yaitu keputusasaan. Disebut demikian karena ia berputus asa dari rahmat Allah.

Dalam Tafsir Ibnu Katsir II [hal.167) dikatakan bahwa iblis, jin kafir dan manusia kafir, karena kekafiran dan pembangkangannya disebut setan. Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abbas melalui riwayat adh-Dhahhak yang mengatakan bahwa jin punya setan-setan yang menyesatkan mereka sebagaimana setan-setan manusia menyesatkan manusia. Setan-setan manusia bertemu dengan setan-setan jin lalu mengatakan, orang ini aku sesatkan dengan ini. Inilah yang dimaksud dengan firman Allah, “Sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain kata-kata indah untuk menipu [manusia].” (al-An’am: 112)

Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Abu Dzarr berkata: Aku menghadap Nabi saw. ketika beliau berada di masjid. Ketika aku duduk, beliau saw. bersabda: “Hai Abu Dzarr, sudahkah kau shalat?” Aku menjawab: “Belum.” Beliau bersabda: “Bangun dan shalatlah.” Aku pun bangun dan shalat. Beliau bersabda: “Hai Abu Dzarr, berlindunglah dari kejahatan setan-setan manusia dan jin.” Aku pun bertanya: “Wahai Rasulullah, benarkah manusia punya setan-setan?” beliau saw. menjawab: “Benar.”

Riwayat-riwayat di atas memperjelas kenyataan bahwa setan juga punya pasukan dan golongan. Sebagaimana ada golongan Allah yang terdiri dari malaikat, kaum mukminin jin dan manusia serta alam semesta, ada pula golongan setan [hizbusy syaithaan, yang terdiri dari iblis serta jin dan manusia yang membangkang].

Sebagaimana bahwa ketaatan dan kemaksiatan tak pernah bertemu, kebenaran dan kebatilan juga tidak pernah bersatu. Setan pasti akan selalu memusuhi orang-orang yang beriman. Karena itu Allah memerintahkan agar manusia, khususnya orang-orang yang beriman menjadikan setan sebagai musuh.

“Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, karena itu jadikanlah ia sebagai musuh. Ia hanya mengajak golongannya untuk menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Fathir: 6)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s