F.4. Bahaya Melupakan Al-Qur’an

F.4. Bahaya Melupakan Al-Qur'anManfaat al-Qur’an bagi umat manusia sangat besar. Namun kenyataan menunjukkan bahwa al-Qur’an telah ditinggalkan bahkan oleh kaum Muslimin sendiri. Akibatnya umat manusia menghadapi berbagai problem yang tiada habis-habisnya. Dahulu yang meninggalkan dan melupakan al-Qur’an adalah orang munafik dari ahli kitab, namun kini kaum muslimin termasuk di dalamnya. Melupakan al-Qur’an sama halnya dengan menjauhkan diri dari fungsi dan manfaatnya, bahkan tidak menghormati kedudukannya. Akibatnya, akan mendatangkan berbagai bahaya yang disebut dalam al-Qur’an sendiri, di antaranya:

1. Kesesatan yang nyata

Hukum yang ada dalam al-Qur’an adalah petunjuk yang menyerahkan. Siapa yang tidak menggunakan al-Qur’an sebagai petunjuk berarti menggunakan selainnya. Padahal petunjuk yang sebenarnya adalah petunjuk Allah.

2. Kesempitan dan kesesakan

Barangsiapa yang Allah kehendaki untuk mendapat petunjuk, Allah akan melapangkan dadanya. Sebaliknya yang tidak mendapat petunjuk, dadanya akan terasam sempit menghimpit seakan naik ke ketinggian langit.

3. Kehidupan yang sempit

Siapa yang tidak mengikuti petunjuk Allah, maka kehidupannya psti akan penuh dengan masalah. Mengikuti petunjuk buatan manusia sama saja menjerumuskan diri dalam kepentingan berbagai pihak sehingga akan terombang-ambing di antara kepentingan-kepentingan itu.

4. Kebutaan mata hati

Mereka tidak dapat melihat kebenaran al-Qur’an bukan karena mata mereka buta. Kebutaan yang lebih parah adalah apabila mengenai hati. Orang yang mengalami kebutaan secara lahir mungkin saja mendapatkan kehidupan yang baik selama hatinya tidak buta.

5. Kekerasan hati

Di antara kemukjizatan al-Qur’an adalah kekuatannya meluluhkan hati sehingga orang yang kasar dan kaku pun menjadi lembut karenanya. Contoh yang sangat ekstrim adalah ‘Umar bin al-Khaththab ra. Saat amarah, kebencian dan permusuhannya berkobar-kobar justru beliau tersentuh oleh al-Qur’an yang sedang dibacakan. Tidak tersentuhnya hati oleh al-Qur’an adalah akibat sekat yang ada menjadikannya keras. Padahal bila sudah mengeras, hati lebih keras dibanding batu.

6. Kedhaliman dan kehinaan

Meninggalkan hal yang bermanfaat dan menggantikannya dengan kesesatan merupakan tindakan kedhaliman terhadap diri sendiri dan orang lain. Kedhaliman semacam ini akan menyebabkan hilangnya kehormatan sehingga orang akan hina di mata Allah dan di mata manusia.

7. Menjadi teman setan

Setan akan menjadi sangat senang apabila manusia meninggalkan kitab suci Tuhannya. Karena mereka akan menjadi teman yang loyal kepadanya.

8. Lupa diri

Akibat melupakan Allah, ia dilupakan Allah, padahal kepentingannya sangat tergantung pada Allah. Melupakan Allah sama dengan melupakan dirinya sendiri. Hal ini akan menimbulkan bahaya yaitu kefasikan dan kemunafikan. Semua itu mengakibatkan kesengsaraan di dunia dan di akhirat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s