F.1. Definisi Al-Qur’an

F.1. Definisi Al-QuranAl-Qur’an adalah kalamullah, merupakan mukjizat yang diturunkan ke hati Muhammad saw. diriwayatkan kepada kita secara mutawatir, dan membacanya merupakan ibadah.

Lebih lanjut akan diuraikan maksud dari definisi tersebut diatas.

 

1. Al-Qur’an adalah kalamullah

Hal ini memberikan pengertian bahwa al-Qur’an bukan merupakan ucapan maupun gubahan Nabi Muhammad saw., malaikat, maupun manusia atau makhluk lain. Al-Qur’an adalah firman Allah yang diturunkan melalui wahyu. Keberadaannya sebagai wahyu memberikan jaminan kesempurnaan dan kebebasannya dari kekurangan sebagaimana yang ada pada semua kitab selainnya. Kebenarannya yang ada di dalamnya adalah mutlak.

2. Mukjizat

Mukjizat adalah hal luar biasa yang diberikan kepada para nabi sebagai bukti kenabiannya. Al-Qur’an adalah mukjizat Nabi Muhammad saw. yang terbesar dan abadi. Kemukjizatannya dapat dilihat dari keorisinilannya. Belasan abad sudah kitab ini tidak berubah meskipun hanya satu huruf, demikian hingga akhir jaman. Allah telah menjamin untuk menjaganya sehingga tidak akan pernah mengalami perubahan. Kemukjizatan lain dapat dilihat dari kesempurnaan bahasa dan kandungannya.

3. Diturunkan ke dalam hati Muhammad saw.

Keberadaannya sebagai wahyu yang diturunkan ke dalam hati memberikan pengertian bahwa ia bukan sekedar dibaca atau dihafal dengan lisan. Al-Qur’an akan efektif memberikan manfaat kalau interaksi dengannya merupakan interaksi qalbiyah [hati]. Initeraksi inilah yang akan menggerakkan hingga tercipta perubahan. Hubungan lisan akan menghasilkan perubahan lisan, pun demikian bila hubungan hati. Hati yang berubah akan mampu menggerakkan seluruh sendi kehidupan.

4. Diriwayatkan secara mutawatir

Informasi agama dalam Islam harus melalui periwayatan yang dapat dipertanggungjawabkan validitas dan reliabilitasnya. Mutawatir adalah riwayat yang disampaikan oleh tiga orang atau lebih yang memiliki kualifikasi terbaik sebagai orang-orang yang adil [kredibilitas moral], sempurna hafalannya [kapabilitas], dan tidak mungkin sepakat bohong. Seluruh ayat-ayat al-Qur’an sampai kepada kita dengan derajat periwayatan yang demikian.

5. Membacanya merupakan ibadah

Karena ia adalah kalamullah, maka membacanya merupakan ibadah. Membacanya merupakan indikasi keimanan seseorang. Semakin besar iman seseorang semakin intens membacanya. Semakin intens membacanya semakin meningkat keimanannya. Pahala besar akan diberikan oleh Allah pada mukmin yang membacanya. Satu huruf dibalas dengan sepuluh pahala. Alif laam mimm bukan satu huruf, tapi tiga huruf.

Subhaanallaah…!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s