E.11. Keseimbangan

E.11. KeseimbanganAllah menciptakan segalanya dalam keseimbangan. Dengan itu ia tetap indah, selaras, harmonis dan lestari. Sebagaimana makhluk yang lain, manusia juga diciptakan dengan fitrah keseimbangan. Apabila berada pada fitrah keseimbangan ini ia disebut sebagai orang yang hanif [lurus].

Manusia sebagai individu tersusun dari unsur jiwa, akal dan jasad. Masing-masing membutuhkan sentuhan dan pemenuhan kebutuhan secara wajar dan proporsional. Kurang dalam memberikan sentuhan dan pemenuhan akan menyebabkan kekerdilan yang berakibat munculnya ketidakseimbangan. Sebaliknya berlebihan dalam pemenuhan dan sentuhan terhadapnya juga akan menyebabkan terabainya dan terlalaikannya bagian lain. Kekurangan maupun berlebihan dalam memberikan hak-haknya akan menyebabkan terjadinya ketidakwajaran.

– Ruh [jiwa]

Kesehatan jiwa sangat mempengaruhi kesehatan fisik. Karena itu sentuhan dan pemenuhan terhadap kebutuhan jiwa juga tidak boleh diabaikan. Rasulullah saw. mengatakan bahwa di dalam tubuh ada segumpal daging, apabila ia sehat maka sehatlah seluruh tubuhnya dan jika ia sakit maka sakitlah seluruh tubuhnya. Segumpal dagin itu adalah hati. Kebutuhan jiwa adalah kedekatannya kepada Allah yang telah menciptakan dan memberikan jaminan kepadanya. Karena itu santapan ruhani adalah dzikir. Dengan dzikir hati akan menjadi tenang. Keresahan, kegelisahan, dan kegundahan hanya terjadi manakala hati tidak berdzikir kepada Allah. Pada kondisi yang parah, jiwa akan mengalami stress dan depresi bahkan sinting dan gila.

– Akal

Sebagaimana fisik, akal juga membutuhkn pemenuhan kebutuhan secara wajar dan proporsional. Kalau daya tampung dan kebutuhan tubuh terbatas, kebutuhan dan kapasitas akal dapat dikembangkan lebih dari kemampuan fisiknya. Karena itu rakus terhadap materi merupakan sifat tercela. Sebaliknya rakus terhadap ilmu dan hikmah adalah sifat terpuji. Pemenuhan kebutuhan akal dilakukan dengan cara belajar mencari ilmu, tadabbur ayat-ayat quliyah, dan tafakkur ayat-ayat kauniyah.

– Jasad (fisik)

Sel-sel, organ-organ tubuh, dan fisik menusia menunjukkan keseimbangan yang sangat jelas. Keseimbangan pada fisiknya akan mempengaruhi keindahan dan kesehatan fisik itu sendiri dan juga psikis. Karena itu ia harus menjaga keseimbangan fisiknya dengan memberikan sentuhan dan pemenuhan kebutuhannya secara seimbang. Jasad membutuhkan pemenuhan berupa makanan, minuman, gerak dan istirahat. Makanan dan minuman yang ia konsumsi juga harus seimbang sesuai dengan kebutuhan. Seimbang dalam makanan meliputi kuantitas dan kualitasnya. Kuantitas makanan disesuaikan dengan kebutuhan, kualitas meliputi aspek kelengkapan nutrisi dan bobot gizi sesuai kebutuhan.

“Makanlah yang halal dan yang baik [bergizi] dari apa yang terdapat di muka bumi, dan janganlah kamu mengikuti cara-cara setan.” (al-Baqarah: 168)

Apabila fungsi-fungsi fisik normal, kelebihan makanan dan nutrisi akan dibuang sia-sia. Termasuk kebutuhan fisik adalah gerak badan dengan bekerja, berolahraga, menjaga kebersihan diri, tempat tinggal dan lingkungan hidup.

Ketiga aspek di atas saling terkait dan mempengaruhi. Terpenuhinya kebutuhan secara seimbang akan membentuk pribadi utuh dan sehat sehingga ia dapat menunaikan tugas-tugasnya dengan baik.

Itulah nikmat Allah lahir dan batin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s