D.8. Islam Agama yang Benar

D.8. Islam Agama yang Benar

Tidak dapat dipungkiri bahwa ternyata di dunia ini terdapat banyak agama, konsep dan sistem. Masing-masing menganggap diri dan dakwahnya sebagai kebenaran. Masing-masing mengajak manusia untuk menganut, membela, dan memperjuangkannya. Agar tidak salah pilih dan tidak tersesat, timbanglah dan bandingkan konsep, sistem dan agama itu dengan segala kearifan, menggunakan akal sehat dan dalil nyata.

ISLAM

Konsep yang dijamin kebenarannya adalah konsep yang dibuat oleh Dzat yang Maha Mengetahui, yang ilmunya meliputi segala yang ada di langit dan di bumi, yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan, yang awal dan yang akhir. Dzat yang demikian itu tidak lainn adalah Dzat yang telah menciptakan segala makhluk. Dia adalah Allah. Konsep dan agama yang dibuat-Nya disebut dinullah. Karena ilmunya yang Mahaluas itu maka Allah adalah Dzat yang Mahabijaksana, disebut juga sebagai al-Haq dengan kebenaran yang absolut. Karena itu agama-Nya disebut juga sebagai din al-Haq atau din al-haq (al-Haq dengan huruf besar adalah Allah, al-haq dengan huruf kecil adalah sistem yang dibuat-Nya). Din al-haq yang dibuat-Nya tidak lain adalah al-Islam. Isi yang terkandung di dalamnya adalah petunjuk yang datang dari Dzat yang Maha Mengetahui lagi Maha bijaksana.

“Dialah [Allah] yang mengutus rasul-Nya dengan [membawa] petunjuk dan dinul haq agar Dia memenangkannya atas agama-agama lain meskipunn orang-orang musyrik tidak suka.” (ash-Shaff: 9)
 “Katakanlah: ‘Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk [yang sebenarnya].’” (al-Baqarah: 120)
SELAIN ISLAM

Konsep dan sistem apapun yang dibuat oleh selain Allah adalah jahiliyyah karena ia dibuat oleh al-jahl. Betapapun pintarnya, karena ilmunya terbatas manusia [bahkan malaikat sekalipun] disebut sebagai al-jahl karena mereka hanya akan mengetahui apabila diberitahu Allah. Apa yang tidak ia ketahui jauh lebih banyak dibanding dengan apa yang ia ketahui.

Yang menyandang sifat jahl itu adalah makhluk. Kalau ia mengklaim sebagai tuhan atau dipertuhankan, pastilah ia bukan tuhan yang sebenarnya. Sistem yang diterapkan oleh makhluk yang demikian itu posisinya biasanya disebut sebagai dinul malik, sistem raja. Konsep yang dibuatnya berdasarkan pada prasangka semata. Penelitian saja tidak menjamin sampai ke tingkat keyakinan. Hakekat kebenaran yang sebenarnya hanya diketahui oleh Allah. Kebenaran yang masih relatif itu kalau kemudian dijadikan sebagai konsep, agama, atau sistem, yang terjadi adalah konsep batil, sistem kebatilan, atau agama bathil. Sistem demikian disebut jahiliyyah karena apapun yang bukan Islam dan atau bukan Islam adalah jahiliyyah. Isi yang terkandung di dalamnya adalah kesesatan. Betapapun dikemas dalam nama dan penampilan yang baik, kesesatan adalah tetaplah kesesatan yang hanya akan menyesatkan manusia dan menjerumuskan ke jurang kenistaan di dunia dan di akhirat.

“Apakah hukuman jahiliyyah yang mereka cari? Dan siapakah yang lebih baik hukumnya bagi orang-orang yang yakin?” (al-Maidah: 50)
“Maka apakah mereka mencari agama lain dari agama Allah? Padahal kepada Allah-lah menyerahkan diri segala apa yang ada di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan kepada Allah lah mereka dikembalikan.” (Ali ‘Imraan: 83)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s