D. Mengenal Islam

D. MENGENAL ISLAM

Pada pokok ketiga ini akan dijelaskan tentang keistimewaan Islam dibanding agama lain. Islam bukan sekedar agama sebagaimana yang dipahami oleh masyarakat sekuler. Mereka yang tidak mengenal Islam dengan baik beranggapan bahwa Islam hanya mengarahkan manusia untuk kehidupan di akhirat saja. menurutnya kehidupan di dunia dengan berbagai persoalannya, diatur dengan hukum dan perundangan yang mereka buat sendiri. Inilah sekulerisme yang telah meracuni pemikiran umat manusia, termasuk kaum muslimin dewasa ini.

Pada mulanya barat dan kaum salibis mengalami kesulitan yang teramat besar ketika berhadapan dengan para mujahidin, yang berperang dengan kekuatan aqidah. Betapa tidak aqidah telah menanamkan keyakinan bahwa tidak ada yang ditakuti selain Allah. Tidak ada kebesaran selain dengan Islam, sebagaimana dikatakan Umar bin Khathab ra.:

“Kita ini adalah bangsa yang disebesarkan Allah dengan Islam. Karena itu, apabila kita mencari kebesaran dengan selainnya, Allah pasti akan menghinakan kita.”

Para mujahidin berperang untuk mati, karena aqidah mengajarkan bahwa barangsiapa mati syahid akan masuk syurga tanpa hisab. Mereka berperang tidak mengenal menyerah karena Islam itu unggul dan tidak ada yang menungguli. Ia datang untuk dimenangkan oleh Allah swt sehingga “Laa ‘izzata illa bil Islam” tidak ada kebesaran kecuali dengan Islam. Semboyan yang selalu mereka pekikkan adalah: “Hidup Mulia atau Mati Syahid.” Aqidah ini telah memberikan kekuatan yang mahadahsyat kepada kaum muslimin waktu itu. Kekuatan yang tidak terkalahkan oleh siapapun, karena ia adalah kekuatan Allah melalui malaikat-malaikat-Nya.

Menyadari akan kekuatan ini akhirnya barat menempuh jalan lain yang sekiranya efisien dan efektif. Mereka kemudian mengutus kaum cendekiawan untuk mempelajari Islam dan peradaban Islam lebih jauh. Selajutnya hasil penelitian mereka digunakan untuk melancarkan ghazwul fikri [perang pemikiran]. Strategi ini terbukti sangat ampuh dalam melumpuhkan kaum muslimin dengan menggerogoti sumber kekuatan mereka yang tidak pernah kering itu. Berbagai syubhat mereka terbarkan di kalangan kaum muslimin sehingga secara berangsur-angsur mereka mengalami pendangkalan aqidah. Keraguan demi keraguan bergelayut di dada kaum muslimin hingga akhirnya lahirlah generasi yang mengenal Islam namun hanya kulitnya saja. bahkan disebagian masyarakat Islam telah terjadi penolakan yang sangat keras terhadap kandungan azazi Islam. Jadilah kehidupan yang terbelah, sehingga yang kontradiktif antara kaum muslimin dan Islam. Sungguh sangat memprihatinkan.

Pokok pembahasan ini sangat dibutuhkan dan bahkan mendesak untuk segera disosialisasikan kepada kaum muslimin secara umum, juga kepada mereka yang merasa sudah kenal dengan agamanya. Betapapun orang mengklaim bahkan bersumpah bahwa ia telah mengenal agamanya dengan baik, namun apabila tidak menunjukkan komitmen besarnya pada agama ini, dapat dipastikan orang itu baru mengenal kulitnya. Seperti pengenalan monyet terhadap buah manggis, ia akan mencampakkan buah manggis itu keras-keras begitu ia menggigit kulitnya yang pahit.

Islam diekspos oleh musuh-musuhnya –yakni kaum sekuler dan kaum muslimin yang teracuni oleh syubhat mereka- dengan berbagai issue: fundamentalisme, radikalisme, terorisme, kekerasan, puritan, perang, antidemokrasi, keterbelakangan, kejumudan, rajam, potong tangan, dan berbagai isu negatif lainnya. Padahal Islam adalah rahmat bagi seluruh alam. Keberkahan yang ditebarkan Islam bukan hanya akan dinikmati oleh kaum Muslimin, namun juga dirasakan oleh seluruh penduduk langit dan bumi. Mampukah kita membuktikannya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s