D.9. Tabiat Agama Islam

D.9. Tabiat Agama Islam

Islam adalah tabiat hidup yang mempunyai ruh, yang dengan ruh itu mampu membentuk kepribadian penganutnya. Maka siapa yang tershibghah oleh ruh Islam, pasti menjadi orang yang memiliki kepribadian khusus. Di antara tabiat itu adalah:

1. Agama yang murni dan fitrah

Kitab sucinya dijamin tidak akan berubah. Seluruh riwayatnya diriwayatkan secara mutawatir. Sunnah nabinya diriwayatkan melalui seleksi sangat ketat hingga para ahli hadits mengenal ilmu jarh wa ta’dil, ilmu yang tidak dimiliki oleh agama lain. Aqidahnya bebas dari kemusyrikan, ibadah dan syariahnya berorientasi pada tauhid. Adapun fitrah karena ia sejalan dengan apa yang ada pada makhluk, dimaksudkan untuk menjaga dan mengembalikan makhluk kepada fitrah. Tabiat ini membentuk kepribadian yang tulus ikhlas, lurus, dan mencintai hal-hal yang bersifat fitrah. Maka berbentuklah hamba alim yang akrab dengan sesama dan alam semesta.

2. Agama nilai dan pedoman

Islam sarat dengan nilai-nilai kebaikan dan tuntunan. Hal ini membentuk kepribadian yang bernilai dan disiplin dengan aturan.

“Tidak sempurna keislaman seseorang sebelum ia menjadi orang yang teratur dalam urusannya.” (al-Hadits)

3. Agama hukum dan akhlak

Hukum-hukum Islam tidak akan pernah kering dari akhlak. Hal ini menjadikan muslim sebagai orang yang memiliki kesadaran hukum yang tinggi. Komitmennya pada moral menjadikannya mudah untuk senantiasa taat hukum dan perundang-undangan. Ia adalah orang yang bijak dan bermoral.

4. Agama kebersihan dan kesucian

Sebagian besar ibadah yang ada di dalamnya mensyariatkan kebersihan dan kesucian. Rasulullah saw. menganjurkan agar setiap muslim selalu berada dalam keadaan suci. Anjuran ini membuat seorang mukmin berusaha selalu bersih dan suci lahir batin. “Kebersihan adalah bagian dari iman.” (al-Hadits)

5. Agama ilmu dan amal

Ayat yang pertama kali turun adalah perintah untuk membaca. Selanjutnya adalah perintah mencari ilmu sebagai kewajiban bagi setiap muslim. Islam mengangkat derajat ilmu dan orang yang berilmu, lantas mewajibkan pengamalan atas ilmu yang dimiliki. Dalam hadits disebut bahwa kaki anak Adam tidak akan bergeser di hari kiamat sebelum ditanya tentang empat perkara: diantaranya tentang ilmunya, diamalkan untuk apa.

6. Agama dzikir dan fikir

Dzikir dilakukan setiap saat dalam setiap keadaan. Sehingga, diamnya seorang muslim adalah emas karena ia menggunakan waktu diamnya untuk dzikir atau berfikir. Dengan dzikir hati akan menjadi tenang dan tentaram. Dengan berfikir otak akan terasah dan cerdas sehingga ia akan selalu inovatif, kreatif, dan melakukan pembaruan.

7. Agama kerja dan harapan

Islam tidak mengharapkan seorang muslim berpangku tangan, bergantung, dan berputus asa. Allah yang telah menciptakannya tidak akan membiarkan hamba mati kelaparan . rizky sudah ditentukan bahkan sebelum ia diciptakan. Seseorang tidak akan mati sebelum mendapatkan rizky dan menggenapkan azalnya. Tugas dan kewajibannya adalah bekerja, berusaha dan menggantungkan harapannya kepada Allah. Sebaik-baik makanan adalah yang didapatkan dari hasil keringat sendiri. Islam menekankan bahwa bekerja adalah ibadah. Setiap ibadah harus dilakukan dengan niat tulus dan cara yang terbaik, hasilnya ia serahkan kepad Allah.

“Dan tidak ada satupun makhluk yang bernyawa di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rizky-nya.” (Huud: 6)
8. Agama kekuatan dan tanggung jawab

Rasulullah saw. mengatakan bahwa mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah dibandingkan mukmin yang lemah, meskipun pada masing-masing terdapat kebaikan. Islam menegaskan bahwa setiap orang adalah pemimpin, masing-masing bertanggungjawab atas apa yang dipimpinnya. Ini menjadikan muslim sebagai orang yang kuat dan bertanggungjawab

9. Agama kemuliaan dan kasih sayang

Allah telah menciptakan manusia sebagai makhluk yang paling mulia, namun kemuliaan tidak boleh menjadikannya sewenang-wenang dan diskriminatif. Kemuliaan adalah kenikmatan yang harus disyukuri karena dengan bersyukur Allah akan menambah nikmat-Nya. Untuk mempertahankan kemuliaan dilakukan dengan Islam dan Iman. Yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling takwa.

Islam adalah rahmat bagi seluruh alam. Penciptaannya dilakukan dengan rahmat Allah, pemeliharaannya merupakan wujud rahmat Allah. Islam diturunkan sebagai rahmat bagi manusia karena Islam memberi petunjuk, bimbingan, sistem yang lengkap untuk meraih, menjaga dan meningkatkan kemuliaan itu. Prinsip ini menjadikan muslim hidup mulia dan cinta sesama.

10. Sistem negara dan ibadah

Negera dan kekuatan dimaksudkan untuk menegakkan batas-batas diin dan melayani rakyat, bukan untuk kedhaliman dan kemaksiatan atau memperbudak manusia. Ia merupakan sebagian ibadah dan untuk menegakkan peribadatan yang benar. Demikian itu karena misi penciptaan manusia adalah agar mereka beribadah kepada Allah dan menjadi khalifah yang memakmurkan bumi.
Kehalifahan di bumi hanya akan tegak bila ada imam yang adil dan pendukung yang tulus. Imam yang adil adalah satu di antara tujuh golongan yang mendapat naungan Allah di hari ketia tidak ada naungan lain selain naungan-Nya. tidak sempurna keislaman seseorang sebelum ia memiliki kesadaran politik yang baik. Politik adalah bagian tak terpisahkan dari agamanya. Ini menjadikannya sebagai seorang politikus yang ahli ibadah.

11. Agama pedang dan mushaf

Pedang melambangkan kekuatan dan kekuasaan. Batas-batas agama tidak akan tegak tanpa kekuatan dan kekuasaan. Hal demikian karena ada beberapa keadaan /kondisi serta ada sebagian orang yang tidak dapat diluruskan dengan ayat-ayat suci. Mereka hanya dapat diluruskan dengan pedang atau kekuasaan. Namun demikian, kekuasaan dan kekuatan itu senantiasa dalam biminngan kitab suci. Jihad dilakukan dalam rangka ibadah kepada Allah. Hal ini menjadikan muslim sebagai mujahid yang rabbani [berorientasi kepada Allah]. Ia berpegang bukan karena dendam atau kebencian pribadi. Ia bejihad dengan niat atas bimbingan kalam ilahi dan sunnah nabawi.

12. Agama pergerakan dan konsep

Allah mentakdirkan bahwa gerak adalah ciri kehidupan. Selama masih ada kehidupan, gerakan akan selalu ada. Sejalan dengan karakter dunia yang selalu bergerak itu, Islam adalah agama yang dinamis. Maksudnya selalu selaras mengikuti perkembangan zaman. Gerakan Islam melakukan perubaan ke arah yang lebih baik. Gerakan ini tidak mengizinkan penganutnya diam terhadap kemungkaran. Ia harus dirubah menjadi kebaikan. Gerakan ini harus dilakukan sesuai dengan pedoma. Yang leibh baik dipertahankan dan ditingkatkan menjadi lebih baik.
Muslim adalh aktivis dinamis namun disiplin dan konsep. Gerakan yang dilakukan tanpa manhaj yang jelas hanya akan membuang-buang waktu dan potensi, itulah gerakan yang mubadzir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s