D.4. Kesempurnaan Islam

D.4. Kesempurnaan Islam

Sebagai sistem yang diciptakan dan diturunkan oleh Allah yang Mahaluas lagi Mahasempurna, Islam memiliki kesempurnaan yang tidak dimiliki oleh sistem-sistem buatan manusia yang manapun. Kesempurnaannya itu dapat dilihat dari cakupannya terhadap ruang, waktu, dan muatan sistemnya.

1. Cakupan waktu

Sistem ini Allah berlakukan sejak awal penciptaan hingga akhir zaman. Demikian ini karena ia diciptakan untuk mengatur kehidupan makhluk-makhluk-Nya agar terjadi keselarasan, keharmonisan, kedamaian, keselamatan, dan kesejahteraan. Karena itu kita dapati bahwa seluruh nabi dan rasul [sejak nabi pertama hingga nabi terakhir] mengajarkan hal yang sama. Risalah mereka sama yaitu membebaskan manusia dari penghambaan kepada sesama makhluk kepada penghambaan kepada al-Khaliq. Kesempurnaan ini sangat jelas kita dapatkan pada risalah yang dibawa nabi terakhir, Muhammad saw. yang menyempurnakan bangunan yang sudah ditata dan dibangun nabi-nabi sebelumnya. Dengan berakhirnya masa pensyariatan pada nabi terakhir, risalah ilahi ini mencapai kesempurnaannya. Karena itu berlaku hingga akhir zaman. Tidak akan ada nabi dan risalah lagi setelah ia mencapai kesempurnaanya.

2. Cakupan ruang

Ia diturunkan bukan terbatas hanya untuk bangsa Arab atau bangsa apapun di belahan bumi ini, ia adalah rahmat bagi seluruh alam. Berlaku untuk semua bangsa-bangsa, tidak membeda-bedakan warna kulit, ras, maupun keturunan. Pencipta mereka adalah Allah al-Khaliq, mereka semua [anak-anak Adam] diciptakan dari tanah. Tidak ada kelebihan satu orang atas orang lain, antara satu suku atas suku yang lain, antara satu bangsa dengan bangsa yang lainnya, yang membedakan adalah tingkat ketakwaan mereka kepada Allah. Setiap orang dari keluarga manapun dari bangsa manapun berhak mendapat kemuliaan ini, selama ia bertakwa.

3. Cakupan sistem

Ia adalah sistem komprehensif yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Tentang ini Rasulullah saw. menggambarkannya sebagai bangunan dalam hadits Jibril. Layaknya sebuah bangunan, Sa’id Hawwa mengatakan bahwa iia terdiri dari pondasi, badan, bangunan dan pendukung.

  •  Islam dibangun di atas aqidah yang mencakup hal-hal yang berkaitan dengan keyakinan dan ideologi
  • Bangunan utamanya terdiri atas aspek-aspek moral, perilaku terhadap sesama dan sikap terhadap Al-Khaliq yang terimplementasikan dalam bentuk ibadah.
  • Pendukung-pendukungnya adalah jihad dan dakwah. Dengan dakwah dan jihad Islam, penganutnya akan tetap kokoh, berkembang dinamis sesuai dengan karakter azasinya, serta bebas dari virus-virus syubhat dan ancaman sistem lain.

Karena cakupannya yang lengkap dan komprehensif itu, maka ia adalah sebuah sistem dan pedoman hidup yang sempurna pula. Kesempurnaan ini menjadikannya lebih unggul dibanding sistem-sistem lain dan karena itu ia datang untuk dimenangkan atas yang lain. Islam adalah pedoman hidup yang menjamin kebahagiaan seluruh umat manusia di dunia dan akhirat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s