C.8. Hasil Mengikuti Rasul Saw.

C.8. Hasil Mengikuti Rasul Saw

Dengan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mengikuti sunnahnya, dan jihad fii sabiilillah, seorang mukmin akan mendapat dua kebaikan [yang selalu ia minta dalam doanya] yaitu kebaikan di dunia dan di akhirat.

A. Kebaikan Dunia:

1. Kecintaan Allah
Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai Allah. Kalau Allah sudah mencintai, semua hamba-hamba-Nya pasti akan mencintainya.

2. Rahmat Allah

“Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami limpahkan kepadanya keberkahan dari langit dan bumi.” (al-A’raaf: 96)

3. Petunjuk Allah
Orang yang beriman dan beramal shalih akan mendapat petunjuk dan petunjuk tambahan sehingga kehidupannya lebih baik.

4. Kemuliaan
Kemuliaan adalah milik Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Orang yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.

5. Kemenangan
Allah telah menjamin dalam kitab suci-Nya bahwa tentara-Nya adalah yang akan menang. Sebab orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah sedangkan orang-orang kafir berberpang di jalan thaghut.

B. Kebaikan Akhirat :

1. Syafaat
Syafaat dalam bahasa dunia adalah semacam katebelece atau rekomendasi. Karena itu tidak ada yang dapat memberi syafaat di hadapan Allah kecuali orang yang diizinkan-Nya. hanya Nabi Muhammad saw. yang diberi izin untuk memberi syafaat kubra di akhirat nanti.

2. Keceriaan wajah
Orang yang tidak mengindahkan batas-batas Allah di dunia terlihat muram karena wajahnya mereka menunjukkan tidak adanya harapan. Sebaliknya orang-orang yang beriman dan beramal shalih tampak ceria karena Allah memberi jaminan kehidupan mulia setelah kematiannya. Bekas-bekas wudlu dan amal shalih mereka di dunia akan memancarkan cahaya yang menerangi.

3. Berdampingan dengan Rasul
Mereka yang menaati Allah dan Rasul-Nya akan bersama para Nabi, para shiddiqiin, para syuhada, dan orang-orang shalih. Mereka adalah teman yang sebaik-baiknya.

4. Bersama dengan orang pilihan
Allah memilih di antara para hamba-hamba-Nya orang-orang yang terbaik. Mereka itu adalah para nabi, para shiddiqiin, para syuhada, dan orang-orang shalih [lihat an-Nisaa’: 69)

5. Keberuntungan.
Dibandingkan nikmat yang telah Allah berikan, amal manusia –betapapun banyaknya- tidak ada artinya sama sekali. Manusia tidak dapat menghitung nikmat itu sementara amalnya dapat dihitung. Meskipun demikian Allah tidak akan pernah dhalim sedikitpun. Betapapun kecil amalnya, akan dibalas dengan berlipat-lipat. Karena itu sesungguhnya merupakan keberuntungan besar apabila amal tidak seberapa yang ia kerjakan di dunia akan mendapat balasan yang lebih besar bahkan abadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s