C.7. Kewajiban Kita Kepada Rasulullah saw.

C.7. Kewajiban Kita kepada Rasul Saw

Orang yang bersyahadat rasul mengakui bahwa Muhammad bin Abdullah adalah nabi dan utusan Allah. Persaksian ini menuntut komitmen darinya. Sebagai konsekuensi atas persaksiannya itu adalah:

1. Membenarkan apa yang disampaikannya

Apa yang dikatakannya bukan berdasarkan nafsu melainkan wahyu Allah. Seorang muslim yang baik [seperti misalnya Abu Bakar ra,] selalu membenarkannya. Dalam peristiwa Isra’ Mi’raj tatkala kebanyakan orang mendustakannya, Abu Bakar ra. mengatakan: “Kalaupun dia mengatakan yang lebih dari itu, aku tetap mempercayainya.” Maka Rasul pun menjulukinya sebagai ash-Shiddiq.

2. Menaati apa yang diperintahkannya

Apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya dikerjakan sebatas kemampuan karena Allah tidak membebani seseorang melebihi kemampuannya. Artinya, kita harus berusaha maksimal untuk meramal yang hasilnya terserah urusan Allah.

3. Menjauhi apa yang dilarang-Nya

Larangan agama harus ditinggalkan sama sekali. Bahkan secara preventif harus dijauhi agar tidak terlibat kemaksiatan dan terjerumus dalam dosa.

4. Tidak beribadah kecuali dengan apa yang disyariatkannya

Sesungguhnya semua peribadatan itu haram, kecuali yang sudah ada syariatnya. Sedangkan hal-hal yang mubah dapat ditingkatkan sehingga bernilai ibadah manakala didasarkan pada niat ikhlas lillaahi ta’ala.

Penjabaran kewajiban seorang mukmin kepada Rasulullah saw. adalah:

1. Mengimaninya
Banyak ayat yang menyebut iman kepada Allah dan Rasul secara bersamaan. Ini artinya bahwa Iman kepada Rasul tidak dapat dipisahkan dengan iman kepada Allah. Keislaman seseorang dianggap batal bila hanya iman kepada Allah akan tetapi tidak iman kepada Rasul, dan disebut inkaru sunnah.

2. Mencintainya
Iman seseorang dianggap sempurna bila ia telah mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih besar dibanding cintanya kepada orang lain bahkan dirinya sendiri.

3. Mengagungkannya
Jasa dan pengorbanannya untuk umat ini berikut sifat-sifat kesempurnaan yang Allah berikan kepadanya membuatnya layak untuk diagungkan. Namun pengagungan ini tidak boleh melampaui batas karena Islam melarang kultus.

4. Membelanya
Membelanya adalah kewajiban mukmin, caranya dengan ittiba’ kehidupannya, maka pasti Allah akan memberi penghargaan atasnya.

5. Mencintai mereka yang mencintainya
Mereka cinta karena Allah dan Rasul-Nya, mereka bertemu dan berpisah karena dorongan cinta tersebut. Mereka bagaikan tubuh yang satu, bila ada yang sakit, semua merasakan demam dan tidak bisa tidur.

6. Menghidupkan sunnahnya
Bukan hanya sunnah dalam ibadah khusus, bahkan termasuk aktivitas sehari-hari yang kecil dan sederhana. Bila aktivitas tersebut dimaksudkan untuk ittiba’ rasul, maka pasti bernilai ibadah.

7. Memperbanyak shalawat kepadanya
Satu shalawat nabi yang diucapkan seorang muslim akan dibalas dengan sepuluh kali doa Rasul untuknya.

8. Mengikuti manhaj-nya
Manhaj yang dimaksud tidak lain adalah sistem Islam yang mengatur segala aspek kehidupan manusia.

9. Mewarisi risalahnya
Dengan menjaga, membela, dan memperjuangkan dalam gerak dakwah dan jihad.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s