C.6. Karakteristik Risalah Muhammad saw.

C.6. Karakteristik Risalah Muhammad Saw

Ada sejumlah alasan mengapa Allah mengatakan dalam kitab suci-Nya bahwa agama Islam yang diterima di sisi Allah hanyalah Islam; Islam didatangkan untuk dimenangkan atas sistem-sistem yang lainnya; Islam unggul dan tidak ada yang mampu mengungguli; dan sebagainya. Karakteristik risalah ini sejalan dengan karakteristik kerasulan yang ada pada Nabi Muhammad saw. yaitu:

1. Beliau adalah penutup para nabi

Sebagai nabi terakhir, risalahnya pasti yang terakhir pula. Jadi, mustahil kalau ada risalah sesudahnya. Kalau ada yang mengaku-aku sebagai pembawa risalah baru, berarti nabi palsu dan ajarannya palsu pula

2. Risalahnya menghapus risalah sebelumnya

Dengan adanya risalah yang terakhir, maka risalah sebelumnya tidak berlaku lagi. Bukan berarti bahwa tidak ada sebagian pun dari risalah sebelumnya yang berlaku lagi, namun ada sebagian risalah sebelumnya yang diakui, diperbarui, dan atau disempurnakan.

3. Membenarkan nabi-nabi sebelumnya

Para nabi itu bersaudara, diutus Allah yang sama dengan risalah yang serupa. Perbedaannya hanya pada sebagian isi syariat karena kondis, waktu dan kebutuhan yang berbeda.

4. Menyempurnakan risalah-risalah sebelumnya

Hal ini dapat kita pahami dari ilustrasi Rasulullah saw. yang disampaikan kepada para Shahabatnya. Rasulullah saw. memberi perumpamaan bahwa beliau dengan nabi-nabi sebelumnya adalah seperti orang yang membangun rumah. Ternyata rumah tersebut kurang sempurna karena ada satu bata di pojok rumah itu yang belum terpasang. Beliau adalah batu bata itu.

5. Diutus untuk seluruh umat manusia

Beliau mengatakan bahwa nabi-nabi sebelumnya diutus kepada kaumnya secara khusus, adapun beliau diutus kepada umat manusia seluruhnya, sampai akhir masa.

6. Rahmat bagi seluruh alam

Diutusnya nabi terakhir dengan risalahnya yang sempurna ini merupakan rahmat dari Allah yang diberikan kepada seluruh alam. Rahmat yang diterbarkan-Nya bukan hanya dirasakan oleh keluarga, bangsa Arab, atau umat Islam saja, tetapi dirasakan pula oleh penganut agama lain bahkan benda-benda mati pun merasakannya. Rasulullah saw. bersabda:
“Aku adalah rahmat yang dihadiahkan [untuk alam semesta].”

Risalah dan ajaran yang dibawanya bukan merupakan hasil perenungan akalnya sendiri atau hasil belajar kepada seseorang. Karena itu, risalah Islam bukan isme apa pun. Bukah Muhammadisme, Ibrahimisme, atau Arabisme. Ia adalah al-Islam. Ia adalah petunjuk dan dienul haq, sistem kebenaran yang dari Allah al-Haq. Sistem yang sempurna ini harus disebarkan kepada seluruh umat manusia agar mereka dapat merasakan rahmatnya dan mendapat pencerahan darinya. Hal yang harus diperhatikan dalam mendakwahkannya dapat kita lihat dari peran Nabi Muhammad saw. sebagaimaan termaktub dalam surah al-Ahzab ayat 45-46.

a. Sebagai saksi
Beliau, risalahnya, dan umatnya merupakan rujukan dalam masalah kebenaran. Allah berfirman: “Dan demikianlah, Kami jadikan kalian sebagai umat pertengahan agar kalian menjadi saksi atas umat manusia dan rasul menjadi saksi atas kalian.”

b. Sebagai pembawa kabar gembira.
Bagi yang menyambut seruan-Nya akan mendapat kehidupan yang baik di dunia dan akhirat.

c. Sebagai pemberi peringatan
Bagi yang menolaknya akan mendapat kehidupan yang sempit di dunia dan penderitaan yang abadi di akhirat.

d. Sebagai penyeru ke jalan Allah
Tidak menyerukan fanatisme kejahiliyahan apapun. Komitmen dan loyalitas hanya diberikan kepada Allah dan hanya karena Allah.

e. Sebagai cahaya yang menerangi kehidupan manusia dan alam semesta
Tugas rasulullah saw. adalah mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju kepada cahaya. Risalahnya senantiasa menganjurkan manusia hidup bersama alam semesta, maka alam semesta pun akan damai sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s