C.5. Tugas Rasul

C.5. Tugas Rasul

Kalau Allah menghendaki, bisa saja Allah memberi petunjuk kepada manusia secara langsung. Akan tetapi untuk suatu hikmah yang dikehendaki-Nya, Allah mengutus para rasul dengan tugas-tugas yang telah ditentukan. Tugas Rasul secara umum sebagaimana termaktub dalam al-Qur’an adalah mengemban risalah dakwah dan menegakkan diinullah.

1. Mengemban risalah dakwah

Yang termasuk dalam hal ini adalah:

a. Mengenalkan al-Khaliq kepada umatnya melalui ayat-ayat qauliyah dan kauniyah. Karena Allah swt. bersifat ghaib, maka pengenalan kepada-Nya hanya dapat dilakukan melalui ayat-ayat [tanda-tanda kekuasaan-Nya] itu. Rasulullah saw. sendiri tidak pernah melihat Allah. Demikian kebanyakan ulama berdasarkan riwayat yang mengatakan bahwa ‘Aisyah ra bertanya: “Apakah baginda pernah melihat Allah?” Beliau saw. menjawab: “Cahaya, bagaimana mungkin aku dapat melihat-Nya?”

b. Mengajarkan kepada umatnya cara ibadah yang benar. Cara ibadah ini pun sebenarnya beliau tidak mengada-adakan. Dikatakan dalam riwayat bahwa Allah mengutus malaikat Jibril kepadanya lalu mengajarkan bagaimana wudlu dan shalat, lantas beliau pun mengajarkannya kepada Khadijah. Demikian seterusnya.

c. Menyampaikan pedoman hidup [diin]. Lafadz diin dalam bahasa Arab memiliki beberapa makna, diantaranya sistem. Hal ini dapat dipahami dari sabda Rasulullah saw.: “Islam dibangun atas lima perkara…” “Buhul-buhul Islam akan lepas satu demi satu…” [lihat hal ini dalam materi ma’rifatu diin al-Islam]

d. Mendidik umatnya dengan arahan dan nasehat-nasehat tulusnya hingga mereka menjadi orang yang memiliki karakteristik musllim seperti beliau.

2. Menegakkan sistem [Agama] Allah

Sistem ini, al-Islam, betapapun hebatnya tidak akan berdiri sendiri tanpa ada yang menegakkannya. Kalau Allah menghendaki, memelihara kedamaian dan keharmonisan hidup di dunia dapat dilakukan-Nya sendiri. Akan tetapi Allah saw. memberikan kesempatan dan kehormatan kepada hamba-hamba-Nya untuk memberikan kontribusi [betapapun kecil di hadapan-Nya] dalam upaya menegakkan sistem Allah di muka bumi . dengan itu mereka akan mendapat balasan yang lebih baik dari Allah. Bahkan pemimpin yang adil [salah satu dari tujuh golongan] yang akan mendapat naungan-Nya pada hari ketika tidak ada naungan lain selain naungan Allah. Tegaknya sistem, sebagaimana diisyaratkan dalam hadits “Buhul Islam” bermula dari kedaulatan /supremasi hukum. Karena itu tugas rasul dalam hal ini adalah:

a. Menegakkan khilafah

Disebut khilafah karena manusia dapat mandat dari Allah untuk menegakkan syariat-Nya dan mewujudkan kemashlahatan umat manusia. Dalam menjalankan kekhalifahannya, manusia tidak boleh menyimpang dari ketentuan syariat Allah.

b. Mencetak kader

Dibutuhkan kader yang akan mengawal dan membela sistem ini dalam jihad li i’la’i kalimatillah. Hal ini penting demi keberlangsungannya khilafah Islamiyah di bumi.

c. Mentarbiyah generasi

Mengajarkan kepada para pewarisnya panduan yang harus mereka ikuti dalam mendakwahkan agama-Nya.

d. Memimpin dan memberi teladan

Dalam menjalankan misinya, perlu diberikan keteladanan bagaimana mengimplementasikan risalah Islam, termasuk dalam hal-hal yang tidak ada nashnya secara qath’i. Untuk itu beliau mengajar mereka bermusyawarah. Tugas Rasulullah saw. dalam mengimplementasikan risalah Islam: sebagai da’i, pendidik, sekaligus pemimpin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s