A.9. REALISASI MAKNA SYAHADATAIN

A.9. Realisasi Makna Syahadatain

Syahadatain akan membangun semangat kerja dan pola hidup yang dinamis. Demikian itu karena ia memberikan gambaran yang sangat jelas tentang hubungan antara Allah sebagai pencipta dan manusia sebagai yang diciptakan –makhluk harus tunduk patuh pada Al-Khalik. Ini adalah hubungan cinta di mana Allah mencintai mereka dan mereka mencintai Allah. Pada waktu yang sama, ini juga merupakan hubungan kerja dan jual beli yang keuntungan sepenuhnya diberikan kepadanya (orang yang beriman). Sebagai pembeli, Allah yang Mahakaya tidak membutuhkan sedikit pun keuntungan dari transaksi itu. Meskipun Allah adalah pihak yang telah menciptakan dan memiliki jiwa, raga, dan harta makhluknya, namun Ia swt. Memposisikan diri sebagai pembeli dan mukmin sebagai penjual. Allah menghendaki agar surga dan keridhaan-Nya ditebus dengan harta dan jiwa dalam jihad serta pengorbanan di jalan-Nya. Dengan demikia, berawal dari syahadatainlah kehidupan dinamis seorang mukmin dimulai. Kehidupan yang sarat dengan amal shalih. Ia adalah orang yang selalu bertaubat, beribadah, memuji Allah, menyebarkan dakwah, ruku’, sujud, memerintahkan yang makruf, mencegah yang mungkar, dan selalu dislipin menjaga batas-batas Allah.

Pola hubungan mukmin dengan Tuhannya:

1. Mahabbah (Kecintaan)

Cinta Allah kepada makhluk-Nya sudah jelas dan tak perlu dipertanyakan. Sebaliknya, yang harus selalu dipertanyakan adalah kecintaan makhluk kepada-Nya. Disinilah terjadi perbedaan antara orang yang beriman dengan yang tidak beriman. Orang beriman senantiasa menanggapi cinta Allah dengan semangat cinta, walapun balasan makhluk tersebut sangat tidak sebanding. Namun demikian, balasan tersebut semakin menjadikan Allah cinta kepadanya.

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kalian yang murtad dari agamanya maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya. Mereka bersikap lemah lembut kepada kaum mukminin dan bersikap keras terhadap kaum kafirin; berjihad di jalan Allah; dan tidak takut celaan orang yang suka mencela.” (Al-Maidah: 54)

2. Tijaarah (Jual Beli)

Sebagai pencipta, pemilik, dan pemberi rezeki sebenarnya Allah tidak perlu membeli dari makhluk-Nya. Lebih dari itu, dagangan kita terlalu kecil dan remeh bila dibayar dengan surga dan dan keridhaan-Nya. Rahasia yang mungkin dapat kita petik dari pola hubungan ini barangkali adalah bahwa Allah hendak menghargai kita sehingga Ia memposisikan diri kita sebagai penjual dan Dia sebagai pembeli. Hal ini dimaksudkan agar kita bekerja, berjuang, berkorban, dan menyiapkan bekal atau modal.

Tidak ada kebahagiaan yang dapat diraih hanya dengan berangan-angan dan berpangku tangan.

“Berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” (Al-Baqarah: 197)

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan balasan surga.” (At-Taubah: 111)

3. Amal atau Kerja

Amal kita pun sebenarnya tidak dibutuhkan oleh Allah, karena ketaatan kita tidak menambah kebesaran-Nya sebagaimana bahwa kemaksiatan kita juga tidak akan mengurangi kekuasan-Nya. Karena itu apabila melakukan suatu kebaikan kita harus memuji Allah. Dalam hadits Qudsi disebutkan bahwa Allah berfirman,

“Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya ia adalah amalmu yang Aku perhitungkan untukmu. Karena itu barangsiapa melakukan kebaikan hendaklah ia memuji Allah, tapi barangsiapa yang mendapati bukan itu maka janganlah mencela kecuali dirinya sendiri.”

Semua itu terangkum dalam satu kata; jihad fi sabilillah dengan segala makna yang terkandung di dalamnya.

“Bekerjalah kalian, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang yang beriman akaan melihat pekerjaanmu itu.” (At-Taubah: 105)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s