A.5. KALIMAT ALLAH – LAH YANG TERTINGGI

A.5. Kalimat Allah – lah yang Tertinggi

Di dunia ini banyak sekali konsep pemikiran, ideologi, dan sistem hidup buatan manusia yang diperuntukkan demi mengatur kehidupan mereka. Namun belum ada satu pun di antaranya yang dapat mengantarkan mereka pada peradaban yang sempurna. Kalaupun ada yang mengatakan berhasil, hanya pada aspek materi dan kebendaan. Hal-hal yang menyangkut aspek transendental, kosong sama sekali. Demikian itu karena kemampuan akal manusia terbatas. Produk manusia yang tidak lepas dari kekurangan, nafsu, dan kepentingan itu apabila dipaksakan untuk diterapkan kepada manusia lain, akan lahir kelompok manusia yang menjadi korban kekurangan, nafsu, dan kepentingannya. Bagaimanapun akan terjadi keberpihakan pada suatu golongan dan diskriminasi terhadap golongan yang lain, betapa pun mereka meneriakkan demokrasi dan menegakkan hak-hak asasi manusia. Standar ganda dalam melihat HAM dan menerapkan demokrasi ala manusia (jahiliyah) itu sangat nyata kita saksikan di pentas politik dunia modern dengan tatanan dunia baru yang mereka paksakan. Misalnya, sikap negara-negara Barat terhadap Palestina.

Allah yang telah menciptakan manusia lebih tahu apa yang baik dan bermanfaat bagi mereka. Ketika manusia dituntut ketaatannnya pada hukum dan perundang-undangan Allah, tidak lain kecuali demi kemaslahatan manusia sendiri. Allah bebas dari tendensi apa pun, karena ketaatan mereka kepada-Nya. Demikian pula, Allah lebih mengetahui kelemahan dan keterbatasan manusia, maka Ia swt. Menurunkan petunjuk berupa wahyu yang diturunkan kepada para nabi dan rasul sebagai pedoman dan tuntunan hidup bagi umat manusia itu selanjutnya disebut Islam.

Ada banyak perbedaan yang sangat mendasar antara sistem Islam dengan sistem-sistem lainnya. Perbedaan-perbedaan itu di antaranya:

  1. Dasar: Islam didasarkan kepada syahadatain, sedang selain Islam didasarkan kepada pemikiran-pemikiran jahiliyah. Aqidah melihat hanya ada dua: hitam atau putih; Islam atau jahiliyah. Setiap yang bukan Islam adalah jahiliyah, apa pun namanya.

  2. Kualitas: Islam merupakan produk Allah yang Maha Sempurna, maka ia adalah sistem yang sempurna pula –kalimatullahi hiyal ulya. Sistem-sistem lainnya adalah sistem yang rendah sebab sistem tersebut hanya kreasi pikir dan olah nafsu orang-orang kafir yang tidak lepas dari kekurangan, keterbatasan, dan kepentingan.

  3. Orientasi: Islam mengajak manusia untuk mentauhidkan Allah dalam segala kehidupannya. Selain Islam mengajak manusia menuju kemusyrikan.

  4. Semangat: Islam mengajak manusia untuk mencapai ketakwaan, sedangkan selain Islam hanya mengajak pada fanatisme jahiliyah.

  5. Refleksi dan implementasi dalam kehidupan: Islam selalu mengajak kepada kebaikan sedang selain Islam hanya mengajak pada keburukan.

Karenanya Islam itu kokoh dan kuat sedang selain Islam adalah rapuh dan lemah. Allah berfirman,

“Katakanlah telah datang kebenaran (al-haq) dan telah tumbang kebatilan (al-bathil). Sesungguhnya kebatilan itu pasti lenyap.” (Al-Isra’:81)

“Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan sistem kebenaran agar Ia memenangkan atas segala sistem yang ada meskipun orang-orang musyrik itu benci.” (Ash-Shaf: 9)

Rasulullah saw. bersabda, “Islam itu unggul dan tidak terungguli”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s