A.11. CELUPAN DAN PERUBAHAN

A.11. Celupan dan Perubahan

Syahadat tauhid yang mananamkan keikhlasan ibadah hanya kepada Allah dan syahadat rasul yang menuntut konsekuensi untuk menjadikan Muhammad saw. Sebagai panutan, harus diyakini dan diucapkan dengan kencintaan hati, keridhaan, dan keyakinan. Syahadat tauhid ini pada gilirannya akan mencelup kepribadian mukmin dengan karakteristik yang khas sehingga terjadilah perubahan yang sangat mendasar pada dirinya. Perubahan yang dimaksud meliputi aspek ideologis dan keyakinan, aspek pemikiran dan intelektual, serta aspek emosi, perasaan, dan perilaku. Totalitas perubahan ini membentuk pribadi muslim yang memiliki integritas keislaman tinggi dan bernilai.

1. Shibghatullah (Celupan Allah)

Iman sebagaimana dikatakan oleh para ulama mencakup keyakinan di dalam hati, pernyataan dengan lisan, dan amal perbuatan dengan anggota badan. Dengan demikian, iman mewarnai seluruh diri mukmin secara lahir dan batin. Kalimat tauhid telah mendarah daging dan berurat berakar pada dirinya sehingga apa yang ia yakini adalah apa yang ada di dalam pikirannya, apa yang ada di pikirannya adalah apa yang ia katakan, dan apa yang ia katakan itulah yang ia lakukan. Seutuhnya amal perbuatan seorang mukmin adalah merupakan wujud nyata dari kalimat tauhid itu.

“Itulah celupan Allah. Siapakah yang lebih baik celupannya dibanding Allah?” (Al-Baqarah: 138)

2. Al-Inqilab (Perubahan)

Celupan yang menyeluruh itu menjadikan seorang mukmin sebagai orang yang memiliki kepribadian yang khas dan berbeda dengan orang lain. Bahkan berbeda dengan dirinya sendiri ketika belum bersyahadat. Ia telah hijrah dalam arti yang sebenarnya, dari kehidupan jahiliyah yang gelap gulita menuju Islam yang terang benderang. Perubahan secara total inilah yang dikehendaki Allah agar ia dapat merasakan kedamaian seutuhnya.

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam kedamaaian (Islam) secara keseluruhan dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan.” (Al-Baqarah: 208)

Para ahli tafsir memaknai kata kaafah (keseluruhan) pada ayat di atas dengan dua interpretasi yang saling melengkapi. Di antara mereka ada yang mengatakan bahwa maksudnya adalah seluruh kaum mukminin. Pendapat kedua mengatakan bahwa maksudnya adalah keseluruhan Islam sebagai sistem yang terdiri atas aqidah, akhlaq, ibadah, dan muamalah.

Atas dasar itu, perubahan ini meliputi:

a. perubahan pada aspek ideologis dan keyakinan;

b. perubahan pada aspek pemikiran dan intelektual;

c. perubahan pada aspek emosi dan perasaan; dan

d. perubahan pada aspek perilaku

Perubahan yang demikianlah yang melahirkan generasi umat yang baru dengan identitas dan kepribadian yang khas, berbeda dengan orang-orang yang beriman. Karena yang mewarnainya adalah kalimatullah yang tertinggi maka ia adalah kepribadian yang bernilai tinggi.

“Allah mengangkat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (Al-Mujadilah: 11)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s